Baitullah



Ka’bah adalah tempat istimewa untuk umat Islam sedunia. Di berbagai pelosok dunia, semua umat Islam menghadap Ka’bahnketika melaksanakan shalat. Setiap tahun, jutaan orang bebondong-bondong datang ke Ka’bah untuk melaksanakan ibadah haji. Allah Swt telah menetapkan Ka’bah sebagai tempat istimewa. Setiap bagian Ka’bah memiliki sejarah tersendiri. Akan tetapi Ka’bah tidak terbuat dari bahan yang istimewa dan tidak memiliki kekuatan ataupun sesuatu yang keramat karena Ka’bah pada hakikatnya adalah bangunan yang pertama dibuat manusia untuk tempat beribadah. Seperti pada Al-Quran Surah Ali Imran {3} ayat 96.

Pertama kali Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s. dibantu oleh putranya, Nabi Ismail a.s. Kemudian karena kesyirikan, Raja Abrahah bersama pasukan gajah menyerang Ka’bah dan Allah Swt membinasakan mereka. Lalu, orang Makkah menjadikan Ka’bah sebagai tempat penyembahan berhala yang di sekelilingnya terdapat sekitar 360 berhala. Ka’bah dipugar ketika Nabi berusia 25 tahun. Pada saat itu, ka’bah rusak berat setelah lembah makkah dilanda banjir setinggi 2 meter. Tahun 1703, ka’bah kembali kenajiran, lalu sultan Murad dari Turki memperbaikinya. Tahun 1953, lagi-lagi banjir yang mencapai satu setengah meter kembali merusak ka’bah. Kini, Pemerintah Saudi yang memperbaikinya.

Pada bagian-bagian ka’bah terdapat pintu Ka’bah, Mizab rahmah, Kiswah, Al-Hatim, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim, dan Hajar Aswad. Mizab rahmah adalah bagian atas yang berfungsi mengalirkan genangan air di atap ka’bah dan terbuat dari emas murni. Kiswah adalah kain sutra yang dihiasi kaligrafi yang menyelubungi ka’bah. Setiap tahun kiswah diganti agar selalu terlihat bersih. Al-Hatim adalah tembok berbentuk setengah lingkaran setinggi satu meter lebih. Tembok ini berfungsi untuk membatasi jamaah agar tidak tawaf didalam area ka’bah karena tidak diperbolehkan tawaf didalam ka’bah. Hijir Ismail tempat berdirinya Nabi Ismail a.s ketika membangun ka’bah , shalat di hijir Ismail sama dengan shalat di dalam ka’bah. Maqam Ibrahim bukanlah makam atau kuburan melainkan tempat berdirinya Nabi Ibrahim a.s ketika membangun ka’bah dan ada bekas jejak kaki nabi Ibrahim a.s. Hajar Aswad adalah batu berwarna hitam kemerah-merahan sebesar jeruk bali, berbentuk agak lonjong. Batu ini terletak di salah satu sudut Ka’bah. Umat Islam biasanya mencium batu ini karena dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sering kali batu ini menggelincirkan kita kepada kemusyrikan sampai Umar bin Khattab pun pernah berkomentar “Aku mengetahui engkau hanyalah batu belaka yang tidak bisa memberikan manfaat atau mudharat. Seandainya Rasulullah saw tidak menciummu, aku tidak akan menciummu.”

No comments:

Post a Comment